Selasa, 08 Agustus 2017

Rumah Kosong

Standard
Waktu itu pukul menunjukan jam 22.00. Entah mengapa ibu dan ayah memutuskan membeli rumah dan pindah di samping rumah yang menurutku seram dengan lingkungan yang gelap.

Aku terdiam melihat lingkungan rumahku. Saat aku pertama membersihkan kamar entah kenapa aku merasa ada yang berbeda. Aku melihat bingkaiku jatuh tanpa ada hal apapun. Angin semakin kencang kurasa di kamar ini.

Tak terasa waktu menunjukan pukul 23.00 aku tertidur karena lelah di kamar baruku itu. Tapi saat aku tertidur. Aku mendengar suara gemericik air entah dari mana. Dan semakin menyeramkan saat aku terdiam dan melihat jam sudah pukul 23.55. Terdengar suara lolongan anjing dan diteruskan dengan isak tangis.
“hemmm hikhik” suara itu terdengar semakin keras dan menyeramkan. Aku mencoba memejamkan mata. Tapi sungguh aku takut. Dan suara itu semakin keras.
Aku melihat sesosok bayangan lewat di belakang jendela kamarku. Tuhan sungguh aku takut aku terdiam dan menutup wajah dengan selimut.



Semua itu belalu untuk setiap malamnya. Setelah aku rasakan ternyata semua suara itu dari rumah sebelah. Rasa penasaranku teramat kuat. Aku bertanya pada mamah “mah rumah samping kita itu kosong apa enggak si?”
“loh kosong kok kak, kenapa emangnya?” jawab mamaku yang membuatku semakin penasaran.

Aku pergi ke rumah itu saat pulang sekolah, aku malihat lukisan besar dengan gambar seorang keluarga dengen senyum kebahagian, rasa penasaranku pun muncul saat aku melihat pintu terbuka entah dari mana. Aku masuk ke dalam ruangan yang sungguh menyeramkan. Aku mencium bau amis yang amat sangan menusuk hidungku.
Ternyata ruang tidur orang terdahulunya mungkin (pikirku dalam hati)

Aku pergi dari kamar itu, tapi entah dari mana aku mendengar suara tangisan itu lagi. Tangisan yang membuat bulu kuduku berdiri. Suara tangisan lirih seperti orang yang menyimpan rasa sakit teramat dalam. karena takut aku berlari dan bergegas pulang. Oh tuhan sungguh aku takut.

Belum sempat keluar rumah aku melihat sebuah buku catatan. Mungkin diary, karena penasaran aku mengambilnya. Buku itu usang berdebu dan kotor. Penuh darah yang sudah berubah coklat. Aku mulai membacanya. Isinya adalah:

Tuhan kenapa kau tega mengirimkan iblis kejam dari nerakamu untuk merenggut kebahagian keluargaku, kenapa kau tega mebiarkanku melihat kedua orangtuaku dibunuh dengan kejam, kenapa tuhan? Kenapa kau membiarkanku sendirian? Aku takut, aku bingung dan
Kini takan ada lagi kesepian yang merajai hidupku, karena aku akan pergi untuk menyusul kedamaian abadi kedua orangtuaku. Dengan kematianku

Aku terkejut melihat semua tulisan itu. Ternyata itu tulisan terakhir anak pemilik rumah itu. Aku berdoa dalam hati untuk ketenanganya sekarang. Semoga semuanya akan baik dan aku bisa tenang dengan rumah baruku.

0 komentar:

Posting Komentar