Aku Putri. Hari ini adalah hari pertama Aku, Nia, Yani, dan ayah Yani berwisata.
Tempat wisata cukup jauh, dan konon, di jalan ada sumur misterius. Katanya, ada dua orang yang meninggal di sumur itu karena jatuh ke dalam. Orang yang melihat sumur itu harus meminum air di sumur itu, setelah itu, ia harus berteriak, “Keiko, Aiko!” Kalau tidak, ia akan meninggal.
Orang yang satu-satunya tak percaya adalah Yani. Ayah Yani selalu memperingati Yani, tapi Yani tak mempercayainya. Ya, Ayah Yani percaya. Banyak teman teman Ayah Yani menjadi korban.
Sekarang, waktunya melewati sumur itu. Ayah Yani terus melihat ke depan.
“Ih, ayah! Sumur itu!” Yani melihat ke arah sumur itu.
Tiba-tiba, Ayah Yani, Pak Irwan memberhentikan mobil.
“Yani, turun.” Pak Irwan menyuruh Yani melakukan apa yang disuruh ‘sumur’ itu.
Yani enggan turun. “Ih, ayah percaya? Sumur gitu aja. K-khaan.. Yha-ni..” Yani terlihat seperti tercekik.
Aku, Nia dan Pak Irwan berusaha menolong.
“Oh! Ada yang berkata kalau ada yang tercekik, artinya mereka sudah keluar.” Kata Pak Irwan.
“K-keiko, dan Aiko?” Tanyaku dan Nia gugup.
“Iya. Ke mana saja Aiko pergi, Keiko akan mengikuti. Waktu itu, Aikolah yang jatuh ke sumur. Keiko berusaha membantunya, tapi mereka berdua meninggal karena tenggelam.” Jelas Pak Irwan.
“Yani tak akan selamat. Sebentar lagi, Aiko akan membawa Yani ke sumur. Keiko akan menunggu di sumur, lalu mencekiknya hingga tenggelam. Saya memberhentikan mobil demi keselamatan kalian dan saya sendiri. Karena kalau kabur membawa orang yang tercekik, maka semua yang mencoba kabur akan mengalami nasib serupa.”
Aku dan Nia semakin takut.
Tiba-tiba, Yani menghilang. “Aiko membawanya.” Kata Pak Irwan.
Kami tak melihat ke sumur itu.
“Kami aman.” Pak Irwan langsung melajukan mobil agar kami selamat.
“Hufft..” aku, Nia, dan Pak Irwan sampai ke tempat wisata. Kami bersenang senang. Tapi, akan lebih seru bila ada Yani.
Kami lewat jalan lain. Walau lebih jauh, ya, yang penting kami aman.
Yani, kami akan selalu mengingatmu.
Saat sekolah masuk, Bu Nur menyuruh kamu menulis pengalaman saat liburan. Bu Nur sempat tak percaya.
“Apa? Aiko dan Keiko benar benar ada?” Tanya Bu Nur. “Dan.. mereka membawa Yani?”
“Ya, Bu.” Jawab aku dan Nia. “Yang sabar, ya.” Kata Bu Nur.
Selasa, 08 Agustus 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar